Pesangon Belum Dibayar Semenjak 2016, Pilot Eks Merpati Nusantara Kirim Pesan ke Presiden

Pesangon Belum Dibayar Semenjak 2016, Pilot Eks Merpati Nusantara Kirim Pesan ke Presiden

Pimpinan Paguyuban Pilot Eks Merpati( PPEM) Anthony Ajawaila berkata sampai saat ini belum terdapat kepastian terpaut pemenuhan hak- hak pegawai PT Merpati Nusantara Airlines( MNA).

“ Berawal dari terdapatnya pemberitaan dari Departemen BUMN pada Mei 2021 yang berencana hendak menutup sebagian industri salah satunya PT Merpati Nusantara Airlines( MNA),” kata Anthony dalam konferensi pers Pembacaan Pesan Terbuka Eks Pilot Merpati, Rabu( 23/ 6/ 2021).

BACA JUGA

Akankah Garuda Indonesia Bernasib Semacam Merpati? situs berita online

Buat itu, Paguyuban Pilot Eks Merpati( PPEM) mengirimkan serta melaksanakan pembacaan pesan terbuka kepada Presiden Republik Indonesia buat memperoleh tindak lanjut dari kasus ini.

Anthony menerangkan kronologis penundaan hak- hak pegawai PT MNA, ialah pada 1 Februari 2014, PT MNA menyudahi beroperasi serta menimbulkan terdapatnya penundaan hak- hak normatif dari 1. 233 pegawainya.

Setelah itu pada 22 Februari 2016, industri menghasilkan Pesan Pengakuan Utang( SPU) dengan membagikan sebagian hak- hak normatif pegawai sebesar 30 persen serta dijanjikan penyelesaiannya rampung pada Desember 2018.

“ Tetapi realitasnya SPU yang diartikan berganti jadi Penundaan Kewajiban Penyelesaian Utang( PKPU) pada 14 November 2018, di majelis hukum Negara Surabaya dengan ketentuan PT MNA wajib beroperasi buat menuntaskan hak- hak pegawainya,” ucapnya.

Dengan demikian sampai dikala ini, hak pesangon para mantan pegawai PT MNA masih tertunda semenjak tahun 2016.

Demikian juga hak pensiun yang tidak terdapat kepastian sebab lembaga Dana Pensiun Merpati Nusantara Airlines dibubarkan oleh Direktur Utama Merpati pada 22 Januari 2015.

Menteri BUMN Erick Thohir mengkonfirmasi hendak membubarkan 7 industri pelat merah yang telah tidak beroperasi semenjak 2008.

Dalam pembubaran 7 BUMN ini, Erick Thohir hendak memohon persetujuan PT Industri Pengelola Peninggalan( PAA), apakah secara pembedahan hendak disudahi ataupun malah dicoba pemergeran.

” Itu telah dari 2008 mati suri. Kita selaku pimpinan hendak zolim jika enggak terdapat kepastian,” kata ia di Gedung Departemen BUMN, Jakarta, Selasa( 4/ 5/ 2021).

Bagi ia, pembubaran ketujuh BUMN tersebut jadi peringatan untuk industri kepunyaan negeri lain buat tidak henti melaksanakan inovasi. Karena bukan tidak bisa jadi di masa mendatang hendak terdapat pembubaran industri BUMN- BUMN yang lain.

” BUMN saat ini juga dengan pergantian pasca Covid- 19 wajib siap- siap bersaing, terlebih yang kalah bersaing. Yang masih hidup aja wajib berganti. Bukan jadi salah serta benar, tetapi opsi,” serunya.

Senada, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo berkata, saat sebelum melaksanakan pembubaran, grupnya hendak melaksanakan evaluasi kepada 7 BUMN tersebut secara nilai peninggalan, tenaga kerja, serta operasional industri.

Laki- laki yang akrab disapa Tiko ini lalu menyebut sebagian industri BUMN yang nanti hendak dibubarkan, semacam PT Kertas Kraft Aceh( Persero), PT Industri Glas( Persero), serta PT Kertas Leces( Persero).

Tidak hanya itu, dia pula melansir maskapai PT Merpati Nusantara Airlines( Persero) selaku salah satu industri BUMN yang masuk dalam pertimbangan buat dibubarkan.

Tetapi, Departemen BUMN masih butuh melaksanakan kajian lebih lanjut lantaran Merpati masih mempunyai peninggalan berbentuk sarana maintenance, repair and overhaul( MRO) di Surabaya.

Toko melaporkan, pembubaran 7 BUMN tercantum Merpati nantinya hendak dikabarkan pada semester II 2021.” Merpati butuh kajian. Terdapat pinjaman kreditur yang wajib dipersiapkan,” ucapnya.

Leave a Reply